Seringkali kalau kita belanja, entah karena kebanyakan duit atau lupa atau malas, kita jadinya ngga ngecek belanjaan kita lagi di struk belanja. Gw dulunya ngerasa bahwa ngga perlu lagi ngecek-ngecek struk belanja karena gw percaya bahwa kasir-kasir yang dipekerjakan di berbagai supermarket atau minimarket tersebut adalah orang-orang profesional dalam pekerjaannya. Selain mempertaruhkan pekerjaannya, mereka juga mengusung nama baik tempat mereka bekerja. Jadi, wajar dong kalo gw pikir bahwa tidak akan ada masalah. Tapi, ternyata gw salah.

Bukan cuman 1-2 kali doang gw bermasalah sama kasir, tapi sering. Gw juga ngga tahu apakah karena gw nya yang sial, atau human error semata. Pernah suatu hari gw cuman belanja 1 botol air minum dan 1 roti doang di minimarket yang terkenal ada di mana-mana. Dengan jumlah belanjaan yang sedikit, gw tentu udah bisa memperkirakan gw harus membayar berapa, dan gw kaget karena gw harus membayar lebih. Setelah gw dikasih struk belanjaannya, ternyata di dalamnya dimasukkan tagihan koran ngga jelas entah apa namanya (yang namanya aja ngga pernah gw dengar seumur hidup, koran yang mungkin ngga eksis ada?). Gw heran aja kenapa hal sesimpel itu doang si kasir bisa melakukan kesalahan? Apakah ada sebuah konspirasi atau gimana?

Gw maklum kalo misalkan si kasir itu lagi sibuk membuat pembukuan atau ada tugas lainnya ketika menghitung belanjaan gw hingga akhirnya membuat kesalahan, tapi dia jelas-jelas sadar kok kalo gw cuman belanja 2 biji doang. Bahkan, cuman gw satu-satunya yang lagi belanja di sana. Ataukah dia emang sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan karena dia ngelihat gw lagi buru-buru? Ditambah lagi itu koran yang sama sekali ngga pernah gw dengar. Kalo misalkan koran komp*s atau media ind*nesia mungkin gw ngga akan merasa janggal kalo itu sepenuhnya human error, tapi ini malah koran yang bener-bener ngga jelas sehingga gw merasa ada rekayasa di sini. Untungnya gw masih bisa meminta pertanggungjawaban karena gw belum sempat meninggalkan minimarket tersebut.

Seperti baru-baru ini gw belanja di salah satu supermarket besar yang biasanya ada di Mal-Mal terkemuka. Gw sebenarnya ngga suka belanja, makanya kalo sekali belanja gw langsung sekalian belanja banyak yang bisa untuk memenuhi kebutuhan selama 2-3 bulan sekaligus. Mungkin karena udah malam dan gw udah capek banget, jadi gw ngga sempat lihat lagi struk belanja. Baru besok paginya gw lihat struk belanjaan karena gw harus mencatat hasil pembelanjaan gw. Gw kaget ketika menemukan satu barang di dalam struk yang gw yakin banget ngga gw beli.

Terus gw coba positive thinking. Gw pikir mungkin secara ngga sadar gw masukkin barang itu ke dalam trolley dan gw sama sekali lupa. Terus gw cari-cari di tempat belanjaan, barang itu emang ngga ada. Aneh kan'? Masa sih si kasir yang menyelipkannya?

Di kesempatan lain, gw kurang lebih mengalami hal yang serupa, tapi kebetulan karena belanjaan gw hanya sedikit di minimarket, jadi masih bisa dikembalikan uangnya.

Emang sih harga barang-barang yang diselipkan itu ngga seberapa. Koran itu hanya seharga 8 ribu, dan barang yang di supermarket besar itu sekitar 10 ribu. Tapi, bayangin aja kalo mereka melakukan hal yang serupa pada semua konsumen dalam sehari. Katakanlah ada 1000 konsumen tiap hari. Berapa tuh yang mereka bisa dapat? Lumayan banyak kan'?

Lain kali harus periksa struk setelah berbelanja karena kesalahan seperti ini sangat mudah ditemukan dan diminta pertanggungjawabannya selama struk belanja masih ada di tangan dan kita belum meninggalkan tempat belanja.







I don't usually talk about celebrity and especially talk bad about them. I don't really like judging people anyway. Gw juga bisa dibilang kurang update soal selebriti. Boro-boro ngomongin mereka, gw aja ngga tahu apa-apa.

Di sini gw mau komentar dikit soal Miley Cyrus. Sebelumnya gw kupas sedikit mengenai Miley. Dia anak pertama dari penyanyi country, Billy Ray Cyrus. Miley berakting pertama kalinya di film ayahnya yang berjudul Doc di tahun 2001 dan kemudian mulai melambungkan namanya di drama seri Hannah Montana. Namanya mulai tercoreng skandal untuk pertama kalinya di saat dia masih berumur 15 tahun. Dia berpose setengah telanjang dengan hanya ditutupi seprai satin putih untuk cover majalah Vanity Fair. Sebenarnya, gambarnya sih biasa aja, tapi menurut gw pose kek gitu sangat tidak pantas untuk anak 15 tahun.


Foto Skandal di Majalah Vanity Fair

Read more »







No matter how tough you are, TRAUMA will always leave a scar.
~Teh Kireina Enno



I am truly confused thinking of you. I am confused about how your brain works. Just how exactly a solid logic exist in your brain. Were you born in other planet or you got some kind of dysfunctional brain?

Sorry for the sarcasm, but the first thing that make me really confused is you, until this very present day, you still questioned about the reason why I don't wanna talk to you anymore. Hey, you should've known why. You don't have to ask around until your stupid questions emerge negative rumors about me. Oh please, do you have to do that? Just admit it that you did that to get alibi to justify you and to convince people and yourself that I'm the bad guy.

I know that deep down in your heart you already knew all of the answers. You've been very anxious because your conscience can't take it and you've been looking for reasons to tell you that you're not the bad guy.

You have no idea how deep you hurt me...that every time I wake up in the morning, I feel the pain almost as same like that day as if like my heart squished by invisible hands inside my chest. And every single time that happen, I keep trying to forgive you and convince myself to not hate you.

All I ask is just leave me alone. I don't need some random people to come to me and then suddenly preaching to me about forgiving you while they don't know anything about what I have been through every single morning since that day.

One thing I ask, please don't involve an outsider. What's the use of it? You only make things getting worse. Talk to me if you have something to say. Don't talk to other people who have nothing to do with us. It's as if like you want other people to think of you as a hero and I'm the villain which make me think it's kinda sad and pathetic that you have to go that far to make you feel less guilty?

The thing that hurt me the most isn't what you did to me. It isn't that important. What hurt me the most was you, my very best friend, the person I trusted so much, acted as if like I'm one of those people who just passing by on the street, like I'm not so important that you can just ignore. You did things as if like you don't know how I really really felt deep down inside, as if like I'm one of those insignificant creature in your life that sometimes I felt like I'm just a breeze of wind to you who has no feeling, no heart and no opinion which you think you can control of.

It wouldn't felt so hurt to me if you were just a stranger to me. It wouldn't be like this if you were someone else. But you weren't... That is why I don't want to have anything to do with you again. I don't want to get hurt again because I know that is the real you.

I don't hate you... I'm trying though to not hate you every morning, but we will never be back like we used to be. If you did things in another way, maybe it wouldn't be like this. Actually, what I told you that day was only a test though. I wanted to know if you really care about me. Whether if you are my truly friend who can feel what I feel. But you failed my test.

You failed me.


PS: If any of you think that I'm talking about you, You're right. It's you that I'm talking about.





Baru-baru ini gw baca dua buku yang membuat gw merasakan sedikit deja-vu, sekaligus tersentuh dan juga senang. Dua buku yang gw baca itu adalah 'Heaven is Real' by Todd Burpo dan 'The Boy Who Came Back From Heaven' by Kevin Malarkey.

Bisa ditebak dua buku di atas ini tentang apa. Keduanya sama-sama berbicara mengenai kisah nyata tentang dua anak bocah yang mengalami near-death experience dimana mereka berdua diberi karunia mengunjungi surga.

Di buku yang ditulis oleh Kevin Malarkey diceritakan bahwa anak tertuanya, Alex Malarkey umur 6 tahun sempat koma selama dua bulan setelah mengalami kecelakaan bersama ayahnya. Ceritanya santer diberitakan di televisi Amerika secara nasional karena jika dilihat secara fakta, maka seharusnya di dalam kondisi separah Alex, dia sudah seharusnya tewas di tempat. Kalian bisa googling di youtube dan ketik Alex Malarkey. Di situ ada banyak ulasan berita mengenai Alex.

Alex sendiri bercerita bahwa pada saat kecelakaan, dia sendiri melihat dirinya keluar dari tubuhnya sendiri dan melihat tubuh ayahnya dibopong lima malaikat bertubuh kekar yang secara hati-hati menempatkan tubuh Kevin di atas aspal jalan setelah terlempar keluar dari mobil. Ketika gw baca kejadian ini, gw jadi teringat kejadian yang terjadi beberapa tahun lalu.

Jadi ceritanya gw masih SMU dan gw tiba-tiba ditelpon teman yang lagi kabur dari rumah. Dia meminta gw untuk menjemputnya di salah satu mal. Gw pun terburu-buru langsung keluar dari rumah karena ngga tahu kenapa feeling gw ngga enak banget setelah ditelpon. Gw kira teman gw itu yang bakal kena bencana (tauknya malah gw), jadinya gw panggil tukang ojek dan menyuruhnya untuk ngebut sekencang-kencangnya. Waktu itu gw juga ngajak adek nemenin gw. Jadi yah satu motor itu ada 3 orang. Ketika motor melewati jalan sempit, tiba-tiba muncul satu mobil hitam yang juga lagi ngebut menyerempet motor yang kami tumpangi. Tau sendiri kalo mobil ngebut nyenggol motor ngebut itu hasilnya seperti apa. Gw dan adek gw sama-sama mental dari motor.

Katanya sih orang yang duduk paling belakang motor itu yang paling parah. Orang-orang juga bilang kalo gw terlempar agak keras ke arah tembok, tapi anehnya gw tuh sama sekali ngga ngerasa sakit ato gimana. Lecet aja kagak sama sekali. Paling cuman basah doang karena gw kelemparnya ke got. Tapi emang pas kelempar itu, gw ngerasa ada yang gendong gw. Gw berasa terbang, tapi ada yang megangin. Setelah kecelakaan, semua orang langsung kerumunin gw karena menurut mereka, gw kelemparnya lumayan kencang. Mustahil kalo gw ngga kenapa-kenapa kata mereka. Selama beberapa saat gw ngerasa itu merupakan keajaiban besar, tapi satu pun teman gw ngga ada yang percaya dan gw pun melupakan itu semua dan menganggap bahwa gw 'digendong' itu cuman perasaan gw aja.

Sekarang setelah baca buku itu, gw ngerasa kalo hidup gw itu benar-benar dilindungi Tuhan. Gw ingat juga dalam beberapa kali kecelakaan, gw selalu ngerasa sensasi-sensasi aneh bahwa ada kekuatan terselubung yang menyelamatkan gw. Pernah satu kali ketika gw lagi ngebut bawa motor dan kemudian mobil di depan tiba-tiba ngerem mendadak. Gw yang harusnya nabrak mobil itu dan terlempar jauh, eh malah jadinya gatau kenapa stang motor lepas dari tangan gw, dan gw mendapati diri berlari-lari di aspal jalan. Gw juga bingung gimana jelasinnya.

Orang yang di belakang gw (bawa motor juga) sampe mental dan luka-luka lumayan parah. Itu tangannya....duh ngeri dah. Tapi, ngga ada yang sampe harus diopname di rumah sakit sih. Cuman heran aja, gw yang posisinya paling dekat dengan mobil tersebut malah ngga luka-luka dan bahkan motornya ngga sampe nabrak mobilnya. Yang nabrak malah orang di belakang gw. Makanya kalo bawa kendaraan jangan ngerem mendadak yah. BAHAYA!!!

Untuk bukunya, gw ceritain lain kali hehehe. Ini aja udah panjang buat ngomongin pengalaman sendiri. Kalo penasaran ama bukunya, silahkan beli di Amazon ato ubek-ubek internet cari ebook nya kayak gw. Soalnya belom terbit di Indonesia sih hahaha.






Life is not perfect, and yet she held that 'imperfectness' close to her heart so she can never dream too high. So she never demand too much from life.




Dia anak tertua dalam keluarganya. Lahir dari keluarga terpandang, ayah yang terkenal paling tampan dan ibu yang berasal dari keluarga nan makmur, namun penuh drama. Saya mungkin tak tahu bagaimana beliau menjalani hari-harinya di masa muda. Namun, saya mengenalnya di hari tuanya, masa keemasan beliau.

Rambut kapas berwarna putih sempurna, rokok filter di tangan, dan suara tegas menenangkan. Buat saya, dia adalah wanita tua yang paling menarik yang pernah saya kenal. Dua puluh tahun lebih muda dari nenek saya, dan dua puluh tahun lebih tua dari mami saya. Sikapnya yang tenang dan tidak pernah tersulut emosi ini membuat saya terheran-heran seumur hidup saya, apa benar dia ada hubungan darah dengan nenek dan mami saya?

Ibaratnya adalah mami dan nenek saya itu tergolong makhluk satu spesies sejenis, yaitu makhluk-makhluk perfeksionis, berlidah pisau, dan mungkin sama-sama mempunyai penyakit High Achievement Syndrome dan OCD (Obsessive Compulsive Disorder) secara sekaligus. Kalau bisa saya gambarkan, mereka berdua adalah landak berduri yang selalu melukai orang-orang di sekitar mereka yang berada di dekat mereka.

Sedangkan, wanita itu adalah satu spesies yang benar-benar berbeda. Ia tak pernah sama sekali merendahkan orang lain. Tak pernah sama sekali menebarkan bibit kepahitan. Tidak seperti ibu dan adik-adiknya.

Banyak yang bilang dia adalah wanita yang sangat pintar di masa mudanya, dan juga sangat cantik bak bintang film jaman dahulu, walau kecantikannya masih kalah dengan adik nomor ketiganya. Anak-anaknya juga kurang lebih mewarisi genetiknya. Luar biasa pintar dengan penampilan fisik sangat rupawan dan hidup bergelimang harta. Hal itu jugalah yang membuat anak-anaknya seolah lupa daratan dan tinggi hati hingga banyak orang bersikeras untuk menghujani keluarga tersebut dengan dendam-dendam masa lalu.

Tak sedikit orang yang bersumpah untuk memutuskan hubungan darah dengan keluarga tersebut ketika wanita tua atau ibu dari anak-anak itu meninggal suatu hari nanti.

Saya pribadi sangat mengagumi sosok wanita tua ini. Meski anak-anaknya sudah melakukan hal-hal yang tidak termaafkan sekalipun, wanita ini tetap bisa bersikap positif kepada orang lain maupun kepada anak-anaknya. Beliau tahu benar bahwa bersikap negatif tidak akan membawa hasil apapun. Unlike my mom. I still can't believe they both have the exact same blood.

Dia seolah sadar bahwa setiap orang memiliki dua sisi yang tak terelakkan, sisi negatif dan sisi positif. Dua hal yang harus selalu diterima oleh diri sendiri dengan lapang dada. Dia membuat banyak orang belajar, termasuk orangtua saya bahwa hidup itu ngga perlu sempurna. Bahwa hidup itu tak harus hanya yang baik-baik saja dan lalu membuat kamu harus menuntut, menuntut dan menuntut agar hidup menjadi sempurna.

Mungkin benar bahwa wanita tua itu tergolong sempurna. Paras menarik, cerdas, dan hidup bertabur harta sejak muda. Banyak orang takjub dan iri dengan kehidupan wanita ini. Tapi, wanita ini juga sudah mengalami banyak hal. Hal-hal yang mencoreng besar label 'kesempurnaan' yang bahkan bisa mengubah orang biasa menjadi gila dalam semalam. Tapi, apa yang dilakukan wanita tua ini? Dia menerima semuanya itu dengan lapang dada. Dia menerimanya tanpa harus menjerit histeris dan menyalahkan seluruh dunia beserta isinya.

Dia wanita kuat yang mengajarkan orang lain bahwa dengan bergerak maju ke depan, walau sesulit apapun, walau harus dengan merangkak sekalipun, asalkan tetap bergerak maju ke depan dan bersikap positif tanpa harus menyakiti orang lain, tanpa harus merendahkan dan menginjak-injak orang lain, maka segalanya akan baik-baik saja. Dia adalah wanita tegar yang mengajarkan orang lain bahwa ada setitik harapan di tengah-tengah neraka sekalipun.

Dia adalah wanita mengagumkan yang dengan suara tegas dan penuh otoritas, memberikan harapan pada orang-orang yang membutuhkan.

Jujur saja saya masih belum bisa mengucapkan selamat tinggal sama beliau. Saya masih ngga percaya saya ngga bisa bertemu dengan beliau lagi. Saya masih ingat dengan cara dia memanggil nama saya. Saya masih ingat nasihat terakhir dia setahun lalu ketika saya bertemu dia terakhir kalinya. I'm gonna miss you terribly, my dear old mother. You're like the mother I never have. And I'm so grateful to have you as my aunt. Deep down I'm screaming in my heart that I still need you.

Dan nasihat terakhir maktua.... Saya janji akan berusaha melakukan nasihat terakhir maktua dengan sungguh-sungguh. Saya sedih maktua ngga akan ada di pernikahan saya suatu hari nanti. I'm sorry that I still can't say goodbye to you. But, I hope you rest in peace, my dear old mother.










Karena udah lama gw ngga nonton film korea, gw jadinya ngidam film korea dan kemudian google sana-sini untuk cari film yang bagus. Menurut gw, ngga semua film seri drama korea itu bagus-bagus. Gw heran sama orang yang selalu nonton marathon tiap hari atau keukeuh nonton semua film korea tanpa kecuali. Dalam hati gw mikir, 'yaelah, kek ngga punya kehidupan aja' *ceritanya nyindir hahaha*

Ketika gw nemu poster film Cheongdamdong Alice, gw langsung tertarik liat gambarnya yang ngga biasa. Apalagi pas liat castingnya ada si Moon Geun Young, artis kesukaan gw yang pas kecilnya udah maen film di Endless Love, film serial korea pertama yang booming di Indonesia.

Tadinya nih drama hampir gw drop karena dari awal ceritanya udah berat banget. Maklum gw ngga suka drama berat. Gw cuman suka nonton drama komedi doang. Cerita sinopsis yang gw baca itu boong banget. Ngga kek yang ditulis di resensi resminya. Awalnya gw kira ini cerita tentang seorang menantu yang berusaha keras mempertahankan perkawinannya. Beuh, tauknya enggak sama sekali.




Jadi, cerita aslinya gini. Si tokoh utama wanitanya, Han Se Kyung (Moon Geun Young) adalah wanita berbakat, pintar, dan pekerja keras gila-gilaan. Dia fasih berbahasa Perancis, sering menang di kompetisi desainer, dan mendapat gelar cum laude ketika lulus kuliah. Sayangnya, dia punya satu kelemahan fatal yang membuat dia ngga bisa mendapatkan pekerjaan di mana-mana. Dia ngga pernah mendapatkan pendidikan di luar negeri sama sekali. Sebagai desainer di negeri Korea, itu adalah kelemahan yang sangat besar.

Setelah tiga tahun menganggur, Se Kyung akhirnya mendapat pekerjaan, tapi itu pun berkat rekomendasi teman SMU-nya, Seo Yoon Jo yang mempekerjakan Se Kyung hanya untuk balas dendam. Se Kyung literally jadi 'babu' di kantornya yang bergengsi. Masalah Se Kyung bertambah ketika So In Chan, pria yang sudah menjadi pacarnya selama 6 tahun menyelundupkan barang gelap dari kantor dan kemudian kabur setelah mengambil uang tabungan Se Kyung selama bertahun-tahun.

Lelah karena selalu dihina orang lain dan himpitan ekonomi yang semakin mendesak keluarganya, Se Kyung mencari cara agar bisa menjadi kaya secara instan. Ia meminta temannya menemukan skandal bos-nya, yaitu teman SMU-nya yang memperlakukan Se Kyung seperti babu. Ketika ditanya oleh Seo Yoon Jo, apa mau Se Kyung sebagai imbalan tidak membeberkan skandalnya, Se Kyung hanya minta satu hal, yaitu agar diajarkan bagaimana cara menikah dengan millionaire seperti dirinya.

Langkah demi langkah, Seo Yoon Jo membimbing Se Kyung untuk mendapatkan suami millionaire. Tetapi, keadaan berubah ketika Se Kyung jatuh cinta dengan orang yang ngga disangka-sangka, yaitu seorang pria miskin bernama Kim yang selalu mengusili Se Kyung. Kemudian, segala sesuatu jadi sangat membingungkan ketika Se Kyung mengetahui bahwa pria miskin bernama Kim itu adalah seorang miliarder bernama Jean Thierry Cha, CEO brand kenamaan dari Paris. Jean Thierry Cha sendiri sengaja menyamar menjadi orang miskin karena traumanya di masa lalu dimana kekasih lamanya mencampakkannya karena uang.

Review Freya
Cerita berat di awal itu big turn off banget buat gw. Untungnya, film ini terselamatkan berkat tingkah lucu si Jean Thierry Cha atau si Kim. Bwakakakak baru pertama kali deh gw liat tokoh utama pria bertingkah sebego dia bwakakakka. Gw rasa ngga ada bandingannya deh tingkat kebegoan dia. Tokoh utama pria di Secret Garden aja lewat hahaha. Gw sukaaaaaaaaaa banget sama Jean Thierry Cha. Gara-gara dia gw ngga jadi nge-drop film ini. Ditambah lagi semua lagu di film ini bagus-bagus banget. Lagu ketika adegan cinta antara Jean Thierry Cha sama Se Kyung itu bikin gw tersentuh banget sampe mewek-mewek sendiri.




Adegan menyentuh hati + Lagu bagus = nangis kejer mengutuk kejombloan sendiri


Haduh, gw juga mau cowok kayak Jean Thierry Cha ngejar-ngejar gw huhuhu. Yakin deh kalo semua cewek, dan bahkan cewek-cewek yang udah punya cowok atau udah merit sekalipun pasti mupeng berat sama Jean Thierry Cha hahaha.




Meskipun peran utama prianya lebih bagus dari Secret Garden, sayangnya secara overall kalah jauh sama Secret Garden (Ya iyalah ya). Ini film jadi kayak film korea pada umumnya gituh deh. Hal yang ngga penting diulur-ulur sampe beberapa episode dan akhirnya menghasilkan ending yang 'maksa' dan ngga natural. Gw bener-bener benci sama film yang pake metode beginian. Kurang kreatif banget.

Semua plot ceritanya 'maksa', mulai dari klimaks, tindakan antagonisnya, semuanya deh pokoknya. Saking bencinya gw sampe loncatin semua episodenya dan cuman nonton adegan yang ada Jean Thierry Cha doang hahaha. Tapi, gw juga jarang nemuin film yang lagunya bagus-bagus kek drama ini. Sampe sekarang pun gw terus-terusan dengar lagunya nyaris 24 jam seharian.

PS: Sori kalo fotonya kebanyakan. Gw suka sih liat foto-foto mereka hehehe (Ah, ane mo nambahin poto lagi padahal hahaha)






Kalian pernah ngga sih penasaran tentang legenda-legenda tentang keberadaan hal-hal yang sebenarnya mempunyai bukti foto atau rekaman video, tapi oleh karena pikiran kita yang logis dan skeptis, kita jadi antara percaya ngga percaya sama hal-hal tersebut? Bagaimana dengan mermaid atau Putri Duyung?

Gw pake istilah 'mermaid' aja ya di sini, karena kalo di-Indonesia-in kan jadinya 'Putri Duyung' yang konotasinya jenis kelaminnya itu perempuan. Kalo misalkan pengen nyebutin yang jenis kelaminnya cowok, berarti sebutannya 'Pangeran Duyung' dong? Istilah 'Manusia Duyung' juga aneh banget kedengarannya. Ah, daripada ribet, mending ane pake istilah 'mermaid' yak.

Kemaren gw nonton film dokumenter tentang mermaid di Discovery. Jadi, ceritanya ada sekelompok nelayan yang nangkap ikan hiu di daerah Afrika Selatan dan pas dibelah, di dalam perutnya terdapat rangka tengkorak kepala yang bentuknya kayak semacam monyet atau manusia gitu. Karena inilah, rangka tengkorak ini dibawa ke penelitian sebuah universitas di Afrika Selatan untuk diteliti.

Semuanya ditelaah sampe ke detil-detil. Rangka tengkorak kecil-kecil yang terpencar disusun satu-satu. Kemudian, sirip aneh yang ada di perut hiu di-CT Scan. Orang-orang yang punya keahlian di bidang perikanan awalnya ngga nyangka kalo itu mermaid. Mereka pikirnya cuman 'binatang aneh spesies baru' yang ngga sengaja kemakan ikan hiu. Hingga akhirnya di satu titik, sewaktu mereka mencoba mencocokkan rangka tengkorak itu dengan rangka ikan pada umumnya, mereka agak sedikit desperate karena tetap aja semua formasi yang dicoba ngga cocok.

Tetapi ketika mindset mereka berubah kalo makhluk yang mereka teliti ini adalah mermaid, semuanya tiba-tiba jadi cocok. Rangka tengkorak yang terpencar itu dicoba disusun menjadi bentuk telapak tangan manusia, dan iya, semuanya cocok. Dari rangka panggul yang kayak manusia, rangka kepala. Semuanya.

Tengkorak kepalanya kemudian di-reka ulang, dan terdapat banyak perbedaan dengan manusia walaupun bentuknya ngga jauh berbeda. Pertama, bentuk tengkoraknya agak lebih besar di belakang yang mengindikasikan perkembangan bagian 'suara' di otak itu lebih besar. Kata orang yang ahli di bidang otak, kemungkinan mermaid ini kayak semacam ikan paus yang bisa berkomunikasi jarak jauh dengan gelombang suara.


MERMAID REKAAN PARA AHLI PENELITI DI DISCOVERY
MERMAID INI MEMILIKI MATA YANG LEBIH BESAR DARI MANUSIA
DAN MEMILIKI TONJOLAN DI TENGAH-TENGAH KEPALA
KERANGKA MERMAID YANG TIDAK MEMILIKI CIRI-CIRI INI KEMUNGKINAN HOAX


Read more »







Belakangan gw lagi pusing dan sedikit stres karena permasalahan pribadi. Ngga sengaja pas nonton film Nodame Cantabile, ada lagu Rachmaninoff muncul di sana. Gw emang bukan penggila musik klasik, tapi gw udah suka sama musik klasik sejak SD. Sayang emang gw ngga bisa maen piano karena ortu gw waktu itu bukan orang berada yang bisa beliin piano hehehe.

Cinta pertama gw akan musik klasik itu Schubert, kemudian berikutnya Bach, Handel dan Beethoven. Emang rada jarang ya anak SD udah suka musik klasik? Itu juga gara-gara gw yang kutu buku nemu musik klasiknya karena dulu gw sering utak-atik CD ensiklopedia di komputer, dan seketika itu juga langsung jatuh cinta sama Schubert. Alat musik yang paling gw suka itu Oboe dan harpsichord. Itu magic banget dah dua alat musik itu. Rasanya damai banget dengerinnya.

Nah, selain ada musik yang gw sukain, ternyata ada juga musik yang bener-bener ngga gw suka banget. Selain musik dangdut hahaha, musik klasik yang ngga gw suka itu adalah gubahannya Chopin dan Rachmaninoff.  Tanya kenapa? Karena lagu-lagu mereka itu njelimet, bikin stres gw. Ditambah lagi kebanyakan lagu-lagunya itu kayak lagu depresi gimana gituh. Coba deh denger karya Chopin yang Etude Op 10 No. 4 yang kedengerannya kayak orang lagi marah + mabuk sambil maen piano hahaha. Tapi yah emang sih orang yang bisa maen karya itu pastilah kelas pro banget. Ngga mungkin ada pemaen piano kacangan bisa maen karya Chopin Etude dengan mudah. Tuh tangan bisa bertransformasi jadi tangan gurita gituh pas maen karya Chopin hahaha.






Pokoknya gw dulu bener-bener anti sama musik gubahan Chopin dan terutama Rachmaninoff deh. Gara-gara film Nodame, gw ngga sengaja dengar karyanya Piano Concerto No.2 Op 18 in C Minor Movement 1. Awalnya emang kedengaran kayak depresi gimana, tapi makin lama dan makin lama jadi semakin bagus. Gw jadi kebayang sosok orang depresi yang entah gimana secara perlahan mulai bangkit dan kemudian maju menuju masa depan yang cerah.

Nah, seperti yang dikatakan di dalam film Nodame bahwa setiap lagu klasik itu dibuat mengikuti keadaan mental si komposernya saat itu. Seorang pemain musik klasik harus memahami betul dan menghayati keadaan mental si komposer sebelum memainkan musik karangannya. Gw pun browsing soal Rachmaninoff untuk mengetahui keadaan si komposer saat membuat lagu Piano Concerto No. 2 tadi. Gw jadi jatuh cinta beneran deh sama beliau huhuhu. Ternyata lagu Piano Concerto No. 2 itu diciptakan setelah dia mengalami depresi panjang akibat perekonomiannya yang hancur lebur, karya-karyanya yang gagal di dunia musik Rusia, dan juga karena pernikahannya yang tidak disetujui oleh semua pihak.






Dalam keadaan seperti itu, dia pun mengalami yang istilahnya sangat terkenal di dunia para penulis, yaitu WEBE dari kata WB alias Writers Block. Saking parahnya depresi yang dialami, Rachmaninoff pun pergi ke seorang psikolog yang akhirnya bisa mengakhiri WB-nya, dan dia pun langsung menciptakan Piano Concerto No. 2 yang juga dipersembahkan untuk psikolognya. Yang gw heran adalah pada Movement ke-2 nya itu rada-rada mirip sama lagu romantis disney yang ngga asing lagi, tapi gw lupa lagu siapa. Kedengerannya sediiih banget, tapi juga sekaligus romantis, seperti jeritan hati yang sedang merindukan seseorang >____<









Waktu itu gw lagi nonton ulang anime kesukaan gw, 'Natsume Yuujinchou'. Di salah satu episodenya, film ini bercerita mengenai seekor anak burung yang jatuh dari sarangnya. Karena kasihan, seorang manusia datang dan menaruh burung itu kembali ke sarangnya yang ternyata di dalamnya ada 3 anak burung lainnya. Ketika sang induk burung kembali ke sarang untuk memberi makan pada anak-anaknya, terciumlah bau manusia yang menolong anaknya tadi. Entah karena bawaan atau naluri si induk burung, gw sendiri juga ngga ngerti, si induk kemudian langsung meninggalkan anak-anaknya karena sudah tercemar bau manusia.

Akibatnya, satu per satu anak-anak burung itu pun mati karena kelaparan. Walau mungkin gw udah nonton episode ini sekitar 3-4 kali, tapi tetap aja setiap liat bagian ini, ada perasaan bersalah yang terasa berat di dada. Gw sepertinya pernah menjadi si manusia dalam cerita tersebut hiks hiks >___<

Dulu sedari kecil, kami ngga dibolehin memelihara binatang sama sekali sama nyokap. Suatu hari di saat gw lagi kepengennya punya binatang peliharaan, tiba-tiba nongol seorang induk kucing membawa 2 anaknya yang masih kecil. Mungkin waktu itu umur gw sekitar 6-7 tahun. Gw lalu terus mengikuti kemana si induk dan 2 anaknya berjalan hingga sampai ke semak-semak dekat gerbang rumah. Beberapa lama kemudian, si induk malah meninggalkan 2 anaknya di sana. Gw waktu itu berpikir kalo si induk telah tega meninggalkan 2 anaknya. Saking gemasnya, gw langsung ambil salah satu anak kucing yang paling lucu dan membawanya ke dalam rumah.

Gw lantas membuat susu hangat (susu dancow biasa punya gw dulu) yang kemudian gw suapin ke mulut si anak kucing. Tapi entah kenapa, si kucing sama sekali tidak mau meminum susu dan hal itu membuat gw merasa kalau si kucing tidak lucu alias menyebalkan. Gw pun mengembalikan si kucing ke tempat semula dan melupakan niat semula untuk memelihara kucing tersebut. Gw pun sempat melihat-lihat kucing itu kalau-kalau nanti dia merasa kesepian dan kemudian berjalan ke tempat gw dan tidak menolak diberi makan lagi.

Tak lama, si induk kucing datang dan mengendus-endus kedua anaknya. Entah kenapa si induk mendorong si anak kucing yang tadi gw ambil dan kemudian pergi dengan anaknya yang lain. Gw bingung juga kenapa si induk kucing ninggalin salah satu anaknya? Mulai dari sini gw udah ngerasa bersalah, dan curiga kalo semua itu salah gw. Tapi setelah gw pikir-pikir lagi, gw sebenarnya sangat membenci kucing, dan gw lebih memilih memelihara anjing. Jadi, gw mulai berpikir untuk menenangkan diri sendiri kalo mungkin si induk akan datang menjemput si anak kucing. Gw pun kemudian masuk ke dalam rumah.

Dari arah kamar, gw sebenarnya masih mendengar suara meongan parau si kucing. Gw semakin ngerasa bersalah ngeliat si kucing terlantar sendirian di depan gerbang. Hari berlalu, dan keesokan harinya, batang hidung si anak kucing sudah tidak terlihat lagi. Gw merasa legaaaaa sekali dan melupakan perasaan bersalah yang sudah mengganggu dari hari sebelumnya.

Beberapa minggu sesudahnya, ada program kerja bakti di RT. Semua orang diwajibkan membersihkan got-got depan rumah tanpa terkecuali. Karena gw masih bocah, gw tentu cuman diijinin ngeliatin doang, walau sebenarnya gw sendiri kepengen nyebur di got dan maen-maen di sana hahaha. Gw ngelihatin sepupu gw keruk got depan rumah pake cangkul. Ngga cuman sampah-sampah aja yang keangkat, tapi juga lapisan cairan berwarna hitam yang berbau busuk, dan.....jeng jeng jeng....bangkai kucing hiks hiks  >___<

Orang-orang di sekitar kami lumayan heboh ngelihat bangkai itu. Banyak yang bilang kasihan, dan heran kenapa ada anak kucing yang sampai berakhir mengenaskan begitu? huhuhuhuhuhu >____<

Gw sama sekali ngga berani bilang soal anak kucing yang sempat gw ambil dan gw telantarkan. Pikiran gw mencoba menipu hati nurani gw bahwa ada kemungkinan bangkai kucing itu adalah anak kucing yang lain. Mungkin. Entahlah. Tapi, tetap aja gw ngga bisa bohong akan rasa bersalah yang tetap menghinggapi gw. Dari situ, gw ngga mau lagi mencoba peduli sama binatang huhuhu. Dan gw ngga akan pernah mau memelihara kucing huhuhuhu. Never.









Di suatu petang, seseorang tiba-tiba bercerita mengenai salah seorang rekan yang lumayan dekat dengan gw, yaitu seorang bapak tua yang anak terbungsunya seumuran dengan gw. Gw sendiri merasa pribadi bapak ini menyenangkan dan baik luar biasa. Dia seperti sosok ayah impian yang ngga pernah gw miliki, karena *sigh* bokap gw bener-bener beda jauh dengan dia hiks hiks >___<. Terkadang gw terharu karena dia memperlakukan gw kayak anaknya sendiri, padahal gw cuman orang asing buat dia.

Read more »


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...