Untuk orang yang udah lama baca blog gw pasti pada tahu kalo gw ngga begitu suka nonton film romance, but this is different. Gw gemes aja ngeliat film tentang cinta pertama yang innocent khas anak-anak gitu. Hampir sejenis kayak 'My Girl' dan 'Little Manhattan' yang dibintangi Josh Hutcherson, si pemeran film Hunger Games. Tapi di antara kesemuanya, ini film yang paling gw suka. Gw heran aja kok film ini kayaknya kurang terkenal ya?

Cerita ini diawali dengan seorang gadis cilik bernama Julie Baker yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan tetangga barunya, Bryce Loski di umur 7 tahun. Bryce tentu saja tidak senang soal fakta itu. Seluruh sekolah memperolok-olok Bryce karenanya. Ditambah lagi, Bryce tidak suka dengan Julie sama sekali. Keluarga Julie selalu diejek oleh para tetangga, terutama oleh keluarga Bryce dikarenakan rumah mereka yang terlihat kotor dan berantakan. Ironisnya, meski Julie sudah beranjak remaja pun, ia masih sangat menyukai Bryce tanpa alasan yang jelas dan Bryce sendiri juga masih tidak menyukai Julie. Ia bahkan berpura-pura berpacaran dengan gadis lain supaya Julie menyerah dan menjauhinya.

Pada suatu hari pohon kesayangan Julie hendak ditebang oleh petugas. Julie bertindak ekstrem dengan bertahan di atas pohon selama berjam-jam agar para petugas tidak jadi menebang pohon itu. Gadis remaja itu sempat berteriak meminta tolong pada teman-temannya dan juga pada Bryce untuk melakukan hal yang sama, tapi mereka semua tidak menghiraukannya. Julie khususnya sangat kecewa dengan Bryce karena tanggapan dinginnya. Mulai dari sini Julie membuka matanya bahwa Bryce bukanlah orang yang selama ini dibayangkannya. Secara perlahan perasaan Julie pada Bryce memudar hingga terjadilah satu peristiwa yang membuatnya membenci Bryce sepenuh hati.

Sebaliknya pada Bryce, ia malah mulai menyukai Julie. Awalnya karena kakeknya selalu memuji-muji Julie sejak anak gadis itu masuk di halaman depan semua koran di daerahnya. Bryce yang tadinya terbiasa dengan sikap Julie yang cinta mati padanya sejak umur 7 tahun menjadi merasa aneh dengan sikap Julie yang kemudian acuh tak acuh padanya. Entah kenapa Bryce pun mulai melihat Julie dari sisi yang berbeda. Ia tidak mengerti kenapa selama ini ia tidak tahu-menahu soal Julie yang ternyata cerdas dan sangat bekerja keras meraih tujuannya. Dia menyesal tidak mengenal Julie lebih dalam sebelumnya. Sekarang posisi Bryce dan Julie menjadi terbalik. Bryce yang sekarang malah cinta mati pada Julie, sedangkan Julie malah membenci Bryce.

Menarik kan' ceritanya? Pokoknya, ini film favorit gw sepanjang masa. Gw aja udah ngga bisa ngitung lagi udah berapa kali gw udah nonton film ini. Ada kali yah sampe 20 kali?





Selama ini gw sering banget mengalami hal-hal yang aneh dan juga kebetulan-kebetulan yang aneh (cuman yah...gw sering ngga share di sini hihihi...). Seorang teman gw juga pernah bilang, "There is no such a thing called coincidence. It's just a mere fate arranged by God."

And somehow I believe it, karena our Almighty God itu pinter banget bikin skenario. Jadi, 'kebetulan' yang gw alami hari ini udah sering kejadian beberapa kali sebelumnya dimana gw lagi bergelut dengan suatu masalah yang gw kepikiran terus atau ketika gw lagi melakukan hal yang tidak semestinya, dan BAM!!! Pas gw ibadah gereja minggu, hal itu diomongin sama pendetanya dalam khotbah. Sering kali gw jadi merasa ditegur langsung sama Tuhan, terutama kalo pendetanya langsung ngeliat ke arah gw ketika lagi ngomongin hal yang sensitif buat gw (seolah-olah pendetanya kayak tahu kalo yang lagi diomonginnya itu gw).

Ibadah hari ini temanya mengenai 'Pertandingan Iman'. Pendetanya bilang, semua orang kristen itu diwajibkan untuk mengikuti perlombaan yang disiapkan oleh Tuhan (panutannya ada di Ibr 12:1). Ada banyak hal di dalam hidup kita yang tanpa kita sadari adalah merupakan sebuah perlombaan atau pertandingan untuk kita. Salah satu di antaranya adalah memaafkan orang lain (dalam hati gw langsung bunyi 'Jleb' pas itu).

Seperti di dalam Doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus:


"Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami."

Di bagian itu dijelaskan bahwa cara kita memperlakukan orang lain menjadi ukuran parameter akan bagaimana Tuhan memperlakukan kita. Misalnya, si A memaafkan si Z, tapi si A ngga mau ketemu lagi sama si Z. Tuhan juga akan sama pula pada A. Tuhan memaafkan si A, tapi Tuhan ngga mau ketemu lagi sama si A. Ada yang mau digituin ama Tuhan? For your information, si A itu gw bangeeeeeet. Ada banyak orang yang buat kesalahan ama gw pada akhirnya gw cuekin dan gw jauhin walau gw udah ngomong empat mata dan baikan sama mereka.

Ada banyak alasan untuk hal itu. Ketika gw mengetahui perangai asli seseorang, atau kasarnya 'kebusukan' mereka, gw jadi takut berteman dengan mereka. Gw takut merasa kecewa lagi dan disakiti lagi. Dan yang paling gw takutkan lagi adalah perlakuan gw ke mereka nantinya ke depan. Yang jelas gw udah kehilangan respect buat mereka, dan hal ini bisa mengakibatkan perkataan atau perlakuan kasar yang akhirnya memicu pertengkaran dan sakit hati buat semua pihak yang bersangkutan. Ujung-ujungnya kan gw jadi nambah dosa kalo gw berteman lagi sama mereka. Niatnya buat ngurangin dosa, eh malah jadi nambah dosa. Ya jelas dong gw lebih milih jauhin mereka.

Tapi setelah ditegur oleh khotbah tadi siang, gw jadi mikir kalo yang gw lakuin itu salah. Gw juga sebenarnya ngga tahu bagaimana caranya untuk dekat sama mereka lagi. Because I have literally cut them off from my life. Gw udah hapus segala nomor hape, kontak fb, bb, atau apapunlah yang menjadi media komunikasi antara gw dan mereka. Bahkan kalo perlu temen-temennya mereka juga gw jauhin. Tapi kalo ternyata temennya mereka temen gw juga, ya gw sama sekali ngga mau denger tentang mereka pas ketemu. Emang sih kedengarannya kek berlebihan banget ya? Gw sebenarnya merasa bersalah juga. Tapi itu penting juga sih, soalnya kalo udah yang namanya 'Gosip' itu bahaya banget. Kalo misalkan gw malah mencibir soal mereka pas temen gw ngomongin mereka, eh temen gw nanti nyebar gosip macem-macem soal apa yang gw omongin, dan sampailah ke kuping mereka, ujung-ujungnya jadi berantem lagi (capek..deh.. level 1000!!! >>>> hooh dah gw ngaku ini pernah kejadian juga hahaha).

Fiuh... yang terjadi terjadilah. Yang penting gw berdoa aja ama Tuhan untuk yang terbaik. Kalo ternyata takdir mempertemukan gw dengan mereka lagi, gw mungkin akan mencoba untuk mengulang kembali pertemanan kami dari awal dan melupakan yang sudah-sudah sama sekali. Gw berserah sama kehendak Tuhan. Karena kalo memang yang dikhotbahkan pada hari ini adalah teguran dari Dia, sudah pasti ada maksud tersembunyi ke depan yang akan terjadi buat gw.

I'm just hoping for the best. Wish me luck, guys!


Tuh kaaaaaaan.....

Sebenarnya, gw udah menduga bakal begini.

Sedari awal, gw udah tekad kalo blog ini hanya pake bahasa inggris doang. Ternyata, beberapa waktu kemudian gw galau tingkat mampus yang mengharuskan gw curhat dengan bahasa ibu sendiri tentunya (ya iyalah... curhat pake bahasa ibu mah keknya legowo gimana gituh). Waktu itu gw berjanji ama diri sendiri kalo blog berbahasa indonesianya hanya pas gw mencurahkan kegalauan gw aja. Siapa nyana malah jadi kebablasan. Gw jadi kangen ngeblog pake bahasa indo. Ditambah lagi, gw jarang update blog pula.

Duh, mau gw apa siiih? Mampus dah sekarang gw bingung apa blog ini sekalian aja gw jadiin blog bahasa indo dan gw buat blog baru berbahasa inggris? Atau gw tetap menjadikan blog ini blog bahasa inggris dan buat blog baru berbahasa indo? Yang gw takut tuh gw ngga komitmen lagi dan jarang update blog. Bleh!!!

Kalian yang kebetulan baca, kasih saran dooong >___<!!! Jangan diam aja. Gw tau loh kalo yang baca blog ini sebenarnya banyak, tapi pada malas komen (ceritanya lagi narsis neh :P)






Gw belakangan ngerasa lucu aja ketika gw mengenang ke masa lalu. Semasa SMP atau SMA dulu, gw mengharapkan sesuatu yang besar terjadi di dalam kehidupan sehari-hari gw. Alasannya sedikit bodoh, yaitu biar seru aja. Maklumlah karena selama itu gw dilingkupi lingkungan aman yang diciptakan orangtua, sekolah dan teman-teman. Pada masa itu gw mengharapkan bencana alam atau keributan besar dimana salah seorang teman gw datang ke gw menangis meraung-raung meminta tolong ke gw.

Ngga lupa di buku tahunan atau buku kenangan atau buku-apalah-namanya-yang-menyimpan-memori-masa-sekolah, gw pasti selalu nulis embel-embel 'call me whenever you got problem' menyiratkan kalau gw bersedia menolong siapapun itu yang membutuhkan gw. Yang lucu adalah, (jujur aja nih ya) pada masa itu, gw nulis itu bukan sepenuhnya karena gw berhati malaikat, cantik, manis dan suka menabung. No, bukan itu (walau di bagian cantik dan manisnya emang beneran sih hahaha :P). Alasan gw nulis itu ngga lain karena gw butuh drama. Gw yang di umur segitu, mencari 'peran' signifikan di salah satu drama kehidupan untuk meyakinkan diri gw sendiri that I'm matter (of course ini cara pikir yang salah. Anak abege jangan tiru yang kek gini yeh).

Permasalahannya adalah ketika gw membandingkan masa lalu dengan masa sekarang. Di sinilah kenapa gw bilang lucu banget sampe nungging bolak-balik berhari-hari ngakak setengah mati kalau ada orang yang tahu tiap detilnya. Gw ngga tahu apa alasannya karena semakin hari zaman semakin gila dengan segala permasalahannya yang semakin kompleks, atau karena gw yang semakin tua dimana level problemnya semakin tinggi seiring dengan umur, tapi yang jelas di masa sekarang, drama ada dimana-mana.

Read more »





I know I haven't talked to You for a long time.
I haven't really talked to You heart to heart like I used to do.
I miss that moment...

When I can feel You in the air, embracing me from inside
I don't know if it's because I miss You so much that I can't stop dreaming about You
I even dreamt talking normally to You last night
Asking forgiveness for a lot of things in my life...
For things I did...
For things I didn't do...
In my dreams...

I still can't even believe I was praying to You in my dream
That is just so weird...
Maybe it was a sign?
A sign that You miss me so much...
That it is time to do the right things...

I miss You, God.


Gosh. Looks like I did it again. Haven't updated this blog for quite awhile. Well, so many things happened. Some were good, some were bad, some were really really bad. And I felt like those things starting to take its toll on me. I felt so so friggin' TIRED. But I know I just can't stop and take a rest. I gotta keep moving or I'll be down for life. I'll ruin everything if I stop now.

I don't know if this is the effect of that but somehow I felt so much anger inside. I was angry for something trivial, for something that was so not important. That kind of thing was never me. But I can't help it. I'm tired. I'm so so tired.

I want to sleep, but...




Dulu gw kurang suka sama balet. Waktu kecil badan gw lumayan lentur dan karena itu gw menyepelekan balet karena gw rasa gerakannya terlalu mudah untuk gw lakukan. Pas gw SMP, ada temen gw yang tergila-gila sama balet yang akhirnya mencekoki gw tentang segala hal berbau balet dengan menyuruh gw baca buku komik tentang balet. Dari yang judulnya Swan, Mari-chan, dan segala mari-mari yang lainnya (kalo anak jaman baheula pasti tauk nih kalo ada segepok judul yang ada atribut 'mari' dan semua itu tentang balet).

Gw kaget aja pas nonton Star World kalo ada film serial tentang balet. Gw langsung donlot and yeah, gw jadi addicted sama Bunheads.

Cerita Bunheads berawal dari kisah show girl Las Vegas bernama Michelle Simms. Dia sebenarnya berbakat banget. Lulusan ABT (American Ballet Theatre) dan sempet tampil di Broadway beberapa kali. Dia terlena sama kesuksesannya sehingga dia menghabiskan masa mudanya untuk bersenang-senang dan dia pun ikut temennya jadi show girl di Las Vegas karena uangnya lumayan dan ngga usah capek-capek audisi dan segala tetek bengeknya. Dia cuman mau cari gampangnya aja tanpa kerja keras sampai akhirnya waktu berlalu aja dan usianya udah terlalu tua untuk kembali lagi ke Broadway.

Singkat cerita, Michelle punya satu fans setia (Hubble Flowers) yang selalu bawa hadiah yang mahal-mahal. Tadinya Michelle ngehindarin dia, tapi akhirnya dia tersentuh sama Hubble yang cinta dia secara tulus. Michelle pun mengiyakan ketika Hubble melamar dia. Kontan ibu Hubble shock dengar anaknya menikah secara tiba-tiba, apalagi sama show girl ngga jelas. Orang-orang di kota asal Hubble bahkan ngira Michelle itu pelacur murahan. Ngga ada yang suka sama Michelle. Bayangan negatif orang-orang semakin kentara ketika Hubble meninggal mendadak dalam kecelakaan mobil.

Pada akhirnya Michelle dan ibu mertuanya saling bahu-membahu mengelola sekolah balet yang dimiliki ibu mertuanya. Di antara murid-muridnya, ada 4 murid yang menonjol, yaitu Boo, Sasha, Ginny dan Melanie.

Pas gw nonton, gw rada sangsi kalo ada penari kilat cuman buat film ini aja. Setelah gw google, ebuset deh, nyaris semua penarinya itu bener-bener penari profesional tingkat dunia (Yaiyalah, menurut ngana? Ngga mungkin penari kilat bisa nari balet secara mendadak. Eh tapi ada juga deh penari kilat kek Natalie Portman di film Black Swan.)

Sutton Foster as Michelle Simms




Rata-rata hampir semua penari di Bunheads itu udah belajar nari balet dari umur 3 tahun. Yang bikin kaget adalah pemeran Michelle Simms. Wanita yang bernama asli Sutton Foster itu ternyata adalah penari Broadway sungguhan. Pemeran Boo dan Melanie juga ngga kalah mengagumkan, terutama Melanie. Mereka berdua adalah penari lama yang udah eksis banget di dunia balet. Broadway, ABT, dan Melanie berbakat dan juga jenius. Gw kebetulan sebenarnya suka banget sama peran Melanie dan ngga nyangka akhirnya jadi suka dia juga di kehidupan nyatanya. Melanie atau aslinya yang bernama Emma Dumont ngga hanya berbakat di balet, tapi juga di biola dan robot, yang konon sering kerjasama dengan NASA gituh. EGILA YA. And guess what. Dia ternyata udah banyak banget dapat peran di movie-movie loh.

Emma Dumont as Melanie Segal

OMG, I'm officially a fan member of Emma Dumont now. I love her.






Udah sering gw berpikir untuk lari ke suatu tempat yang jauh. Tempat yang sunyi. Tempat yang tidak ada keramaian orang banyak, tidak ada kemacetan, tidak ada suara secuil apapun. Hanya ada gw, gemerisik pepohonan, udara segar pegunungan, that's it. That's my heaven. Gw udah muak berada di tengah kota yang sumpek, pengap, dan segala permasalahannya yang bikin hati hancur, gundah gulana begini.

Gw pengen di tempat yang sejuk yang bikin gw ngantuk nyaris seharian trus gw bisa tidur seharian juga. Damn, I really need to get out from this country asap. Mungkin ke Alaska atau ke daerah negeri Eropa Utara sekalian biar bisa mati kedinginan juga di sana (oops, just kidding!) The point is I'm sick living this boring life. Well, kalo ditelaah sebenarnya hidup gw ngga semembosankan itu. Gw cuman muak aja sama orang-orang yang ada di sekitar gw. Lain di hati lain lain di mulut, lain juga dengan yang dilakuin setelah itu.

Hampir semua manusia emang sebenanrya kayak gitu juga sih, termasuk gw mungkin, tapi ngga gitu juga kaleeeek. Gw muak jadi orang 'ngambang', or you could say 'a middle man'. I'm more like a do-er person with less talking of course. Kalo gw ngeliat sesuatu yang salah dengan seseorang, ya gw ngomong aja. Tapi gw heran aja ada tipe orang yang begitu berapi-apinya membenci seseorang, tapi pas ngomong langsung sama orang yang dibencinya malah tiba-tiba make muka malaikat.

Yang kesel tuh kalo ternyata gw malah kemakan sama omongan seseorang yang akhirnya gw ikutan ngga suka sama orang lain. Tentu aja sebagai orang yang less talking and lebih suka melakukan sesuatu, ya gw ikut-ikutan jutek dan lebih nunjukkin sikap ngga suka gw, tapi orang yang menghasut gw malah jadi orang supeeeeeeeer ramaaaaaaaah 50 kali lipat dari normal sama orang yang dia ngga suka. Ditambah lagi, gw malah kena semprot dari orang yang menghasut gw itu. Udah gila yah dunia ini. Gila. Sakit Parah Gila. Speechless beyond any sense in the world.

Padahal sebelumnya gw disuruh kaga usah ramah-ramah ama orang yang dibencinya -____- Sakit ya lo. Sakit. Gw speechless.





Hello, semuanya. Apa kabar kalian di tahun 2013? Apa kabar gw selama ini?

Iya, sudah sekian lama gw menghilang...lagi *sigh* Gw juga ngga tahu gw selama ini ngapain aja kok susah amir update blog. Kabar gw selama ini...baik-baik aja. Setelah drama patah hati beberapa bulan lalu, gw bertapa di Gunung bernama Pikiran. Iya, gw jadi banyak pikiran setelah itu kek lagunya Sara Bareilles "Uncharted". Pikiran gw kek uncharted gitu, berantakan banget. 

Dan kemudian, seperti kejadian patah hati sebelum-sebelumnya, gw bersyukur juga sih sama Yang-Di-Atas karena kalo dipikir-pikir cowok itu ngga banget. Totally not the best for me. Setelah itu ada banyak hal yang terungkapkan soal cowok itu. Misalnya kek ternyata I'm not the only one who got heartbroken over him karena dia bener-bener tukang PHP parah mampus alias tukang Pemberi Harapan Palsu ke banyak cewek. And I'm not the only one. Dan gw bukanlah korban terparah. Oh maybe I'm the second worst, tapi tetep aja bukan gw yang paling parah. Dan ada banyak hal-hal lainnya yang kemudian terungkapkan yang gw ngga bisa bilang di sini, but yep...gila gw bersyukur banget ama Tuhan jadi kek gini.

Bisa dibilang gw ambil banyak hikmahnya dari kejadian ini. Like for one, I would never ever ever gonna believe in people anymore. And I'm glad I cut off my friend from my life. That hypocrite girl. Setelah semua ini, bukan masalah cowoknya yang buat gw sakit hati sampai hari ini, tapi masalah teman gw yang buat dada gw nyesek setiap gw ingat soal ini. Ngga usah kali ya gw jelasin panjang lebar soal ini. Orang pinter juga tahu kenapa bisa begitu. Kalo bisa disimpulkan mungkin bisa make peribahasa 'pagar makan tanaman'. Ya begitulah kira-kira.

Ah, sudahlah. Ini nggak penting lagi (whatthe--kok gw lagi-lagi ngomong soal kejadian lalu seh?) Anyway, setelah kejadian ini, gw jadi bertranformasi menjadi kutu buku sungguhan. Beneran deh gw jadi kutu buku mampus. Karena mau nggak mau kan kalo patah hati, otak kita tuh jadi terus kepikiran gituh, so gw cari cara deh untuk menyibukkan otak gw biar ngga kepikiran lagi. And the right answer for that is reading books as many as I can. Alhasil, mata gw minusnya nambah, migrain gw tambah parah. Sebelumnya gw jarang banget migrain, tapi sekarang nyaris tiap hari gw migrain (gilaaaaaaaaaaa!!!). Gw jadi kurang tidur, en leher gw jadi sakit karena sering salah posisi duduk atau tidur gituh (gw sering baca sambil tiduran gituh yang akhirnya jadi ketiduran en pas bangun pagi badan gw jadi sakit semua en leher jadi tengengan alias ngga bisa digerakkin).

BUT, IT'S ALL WORTH IT.

Man, I'd do anything to get over those kinda people.

Dengan baca buku, gw jadi mampu berpikir dari perspektif yang berbeda tentang dunia ini, tentang masalah gw sendiri juga sih kadang-kadang, tentang apa aja deh.

So, for all people out there yang lagi patah hati, ato yang baru aja jadi korban PHP, go to a book store and get a really really good book. Ato kalo elo bingung buku apa aja yang bagus, jangan sungkan tanya ke gw. Kirim aja email ke gw and pasti gw bales kok.





The truth is... I do really really hate to say 'hate', especially when I mention someone's name behind that word.

Not that I'm trying to be a saint or anything, but the word 'hate' is kind of extreme for me. If I ever say that word, it means big thing. To be honest, I'm such a easy going person. I forget people's mistakes easily. I forgive people easily. I always tried my best to understand people who did bad things to me and that's why I could forgive them easily. That is why I don't hate people easily.

But, in your case--yeah, I think I hate you...

I hate the people who don't like to be judged, but they always judge other people.
Just like you. You always mad when I try to be honest with you. I want to make you a better person. I want to fix you by telling the truth about you, but you were so mad. You said that I have no right to judge you. You said I know nothing about you. You were right. Because no one can read others mind. Therefore, no one has right to judge people. But you then dare to judge me. You weren't even trying to see things from my place. You don't even know anything about what I have been through.

I tried to make you understand. I asked you to see things from my place, but you kept blaming me. You kept judging me. How dare you... You are not me. I'm tired talking to you. I'm tired to convince you to be on my side...to understand me.

I hate you.

No matter what I say, you still have this negative thought about me. Even if we're not fighting, even if we're such a good friends on the surface, even if we don't have conflict to each other, I still couldn't get rid the thought that you have misjudged me, that you think of me in a bad way.

Please, somebody tell me, is it wrong to push that person away? Because I couldn't bear to have fake friendship which I must fake my acts, my smile, and my everything to the person that I don't believe in. I mean, does any of you could be friends with the person who doesn't even believe in you? For me, it doesn't make any sense at all.

I do really hate that person.

And this 'hate' will not go away until I talk this 'hate' away to the person itself.

God, give me strength.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...