Melanjutkan postingan sebelumnya, yaitu setelah bokap gw bersama kakaknya memutuskan untuk memilih nyokap gw sebagai pendamping hidupnya, ternyata ada halangan. Mereka emang ngga pernah ngomong soal itu sih, tapi walau gimanapun secara logika jika dilihat dari latar belakang keluarga bokap gw yang kacau balau, sudah sewajarnya kalau keluarga nyokap menolak pinangan si bokap. Bukan hanya karena keadaan finansial keluarga bokap gw yang habis jatuh bangkrut, tapi juga historis dan status keluarganya yang berada jauh di bawah status keluarga nyokap.

Jujur aja sih, dari 7 bersaudara, hanya bokap saja yang berhasil menamatkan pendidikan hingga kuliah, dan belum lagi hampir semua saudara laki-laki bokap adalah preman kota yang terkenal di kota tempat tinggal mereka. Sedangkan keluarga nyokap punya reputasi yang mengagumkan. Ayah nyokap adalah salah seorang yang sangat disanjung tinggi kala itu (bukan karena hanya jabatan, tapi ayahnya nyokap juga orang yang baik yang terkenal suka membantu orang-orang tanpa pamrih dan beliau juga err...tampan >___< yang anak-anaknya juga cantik-cantik dan pintar-pintar)

Pernah satu kali nyokap bilang ke gw, "Nes, nanti kamu kalo kamu mo merit, menikahlah dengan orang yang kamu cintai. Jangan menikah dengan orang yang mencintai kamu. Kayak mami ini. Makanya, mami bisa tahan sama papamu itu. Kalo engga, wah, repot banget..."



Gw curiga, faktor mereka berdua akhirnya bisa menikah karena faktor itu. Ibunya nyokap itu orang yang sangat galak, disiplin, angkuh dan keras kepala, tapi ayah nyokap orangnya sangat baik dan pengertian. Jadi, kemungkinan nyokap ngomong jujur sama ayahnya soal perasaannya ama bokap gw hingga akhirnya pernikahan bokap dan nyokap bisa terlaksana dan bahkan (kayaknya sih) semua pernikahannya itu dibiayain oleh ayah nyokap sendiri, padahal menurut adat batak, itu pamali. Harusnya pihak cowok yang biayain.

Kenapa gw bisa bilang kalo ayahnya nyokap yang biayain pernikahannya? Karena satu kali nyokap pernah bilang, "Dulu waktu mo menikah, mami pasrah aja menikah ala kadarnya karena ngga punya duit. Mami waktu itu rencananya cuman acara kecil-kecilan buat keluarga aja. Tapi, ayah mami ngga mau tahu, dia ngotot bikin pesta besar buat mami. Sekarang setelah mami jadi orangtua, mami ngerti perasaan dia. Yang namanya orangtua, adalah suatu kebanggaan bisa menyelenggarakan pernikahan yang besar untuk anaknya."

Nyokap sering banget cerita soal kebaikan ayahnya. Sayangnya, beliau meninggal sebelum gw mengenal dia, tepatnya ketika umur gw masih setahun. Gw terharu banget setiap dengar kisahnya, dan gw berniat kalo nanti gw punya anak cowok, gw mo kasih nama kakek gw ke anak gw (oke, ini udah kemana-mana ceritanya haha).

Setelah menikah, ada banyak masalah bermunculan. Oh iya, sebelumnya, perlu gw informasikan bahwa bokap dan nyokap ngga ada masa pacaran. Jadi, mereka cuma punya masa pendekatan, kemudian setelah bokap mantap, langsung deh ngelamar nyokap. Wajarlah ya, mereka kemudian jadi sering cekcok. Terutama juga karena si bokap ngga punya pekerjaan yang jelas. Walaupun beberapa tahun setelah menikah, bokap akhirnya mendapat pekerjaan pun, mereka masih cekcok karena si nyokap punya penghasilan yang 4-5 kali lebih besar dari bokap yang akhirnya mendorong si nyokap yang snobby itu menginjak-injak harga diri si bokap. Mungkin juga karena sering cekcok itu, mereka kesulitan punya anak.

Mereka menunggu waktu yang cukup lama hingga akhirnya nyokap bisa hamil dan melahirkan gw. Yah tapi tetap aja, mereka masih sering cekcok sampe gw mulai masuk kuliah. Mungkin mereka sadar kali ya kalo percekcokan mereka mulai berimbas ke psikis anak-anaknya? Tapi walau begitu, kami cukup beruntung dan gw bersyukur banget sama Tuhan. Karena bisa saja keadaannya menjadi lebih buruk.

Bokap yang adalah mantan preman, yang tentunya tidak asing dengan dunia hitam, yaitu dengan minuman beralkohol, perjudian, prostitusi dan obat-obatan terlarang, bisa saja karena alasan tidak dihargai di rumah dan sering berantem dengan istri, dia kemudian terjerumus ke dunia hitam dan menjalin hubungan terlarang dengan wanita lain seperti yang terjadi dengan saudara-saudara bokap gw yang kerjanya mabok-mabokan dan punya istri lebih dari satu.

Kami beruntung punya bokap yang gigih, selalu bekerja keras walau tidak ada seorangpun yang menghargainya, dan juga tidak pernah melarikan diri dari masalah. Kami juga beruntung punya nyokap yang disiplin dan keras, karena berkat dialah kami jadi tahu wujud iblis yang sebenarnya, kami err... beberapa kali pengen bunuh diri gara-gara dia....yah, pokoknya kami jadi tahulah mana yang baik dan mana yang benar. Kami benar-benar bersyukur sama Tuhan atas semuanya. Bokap masih bisa setia kepada istri dan keluarganya walau istrinya yang seperti itu, dan nyokap masih bisa setia dengan suami dan keluarganya walau suami dan keluarganya tidak seperti harapannya.






12 Comments

  1. wah....tamat ya Nes (*ikut-ikutan manggil Nes)?

    kurang lengkap tanpa potoo....rikues poto yah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti ya kalo gw pulang ke rumah, gw taro foto jadul bokap en nyokap gw hehehe

      Delete
  2. ya say, bagaimanapun latar belakang keluarga kita, ga usah nyesel, karena Tuhan ga pernah salah menempatkan kita di suatu keluarga dengan si A yg jadi ibu kita, si B yang jadi bapak kita.
    Hanya saja, tiap individu memang memiliki kisahnya masing2 yang bisa kita ambil pelajaran dan hikmahnya.

    tentang pernikahan, benerrrr banget. si mantennya maunya sederhana, tapi balik lagi kalo pernikahan itu menyangkut martabat keluarga, mau gag mau harus win-win solution sama ortu. hihihi...pelajaran tuh frey :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha ane mah percaya segala sesuatunya bukanlah kebetulan, tapi udah termasuk rencana Tuhan hehehe

      Delete
  3. ihikss.. terharu bacanya :')

    ReplyDelete
  4. so swiiit banget ceritanya. hihi..
    keknya setiap orang tua kita punya cerita masing2 deh. woaaaaa, kita juga ni harusnya, biar bisa diceritain kek anak cucu. ahoihoiiii..

    ReplyDelete
  5. "Barena berkat dialah kami jadi tahu wujud iblis yang sebenarnya"

    Wuakakakakakakak....

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Kasitauuu ngga yaaa..... Hehe nti tak email klo mau tau banget haha

      Delete

Don't be shy. Just say anything you want, but please don't spam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...